Arak Abangan

Februari 23, 2007

Sebuah salut untuk yang memulai

Filed under: Uncategorized — by arakabangan @ 6:51 pm

    Pagi itu aku berangkat pagi benar. Tidak biasanya aku kuliah sepagi ini. Aku sendiri tidak heran jika IP-ku sampai empat semester berkuliah di situ tidak tembus angka 2. Tapi tak mengapalah, aku sendiri masih belum bosan berjumpa dengan wajah – wajah yang selalu sama setiap hari. Kursi – kursi yang memudar vernis-nya, kaca – kaca retak, lantai – lantai yang sudah agak kusam diinjak beratus – ratus kaki juga tidak pernah bosan padaku. Selalu menanti kedatanganku dengan senyumnya yang tidak bertampang. Tapi pagi itu tampaknya aku tidak bisa bermain – main berlama – lama dengan mereka. Dosen wanita satu – satunya yang tidak berjilbab di kampusku itu tidak datang menjenguk kelas hari ini. Akhirnya aku melangkah keluar gedung & memacu honda-ku ke warnet sambil membawa perasaan jengkel.

Warnet masih sangat sepi pagi itu. Hanya ada si penjaga dan seorang pelanggan yang ketiduran diatas sofa di dalam ruang persegi empat bertuliskan angka satu di belakang monitor. Tampaknya dia sudah disitu dari semalam tadi. Setelah memilih kamar aku langsung bakar sebatang sigaret tanpa filter sambil menunggu aku membuka pesan di mailbox. Habis lima hisapan asap, terbukalah pesan baru yang datang dari kawan di Ibukota. Disitu dia bertanya apa yang saya lakukan untuk mengenang 40 tahun lahirnya sang pangeran cobain. Aku sedikit tersenyum, memang aku dulu pernah mengidolakan-nya. Tapi mungkin waktu sudah membawaku berlari terlalu jauh & teramat sesat. Semakin jauh aku mengarungi dunia musik yang dalam dan tak berujung, semakin lupa aku pada garis start tempat aku pertama memulai. Tapi tidak pernah aku pungkiri kalau memang aku kadang suka mendengarkan musik-nya, walau mungkin sudah terdengar seperti hembusan angin lalu. Terlalu hampa, tapi tetap ingin jumpa. Selesai membalas pesannya, aku mematikan komputer lalu membayar tagihan di meja penjaga dan memacu hondaku kembali ke bawah.

Maaf, saya memang kadang selalu melupakan. Tapi sudah sepantasnya jika saya mengangkat topi untuk anda. Tanpa anda saya mungkin seperti kuda berkacamata tanpa pernah bisa menoleh untuk melihat kiri ataupun kanan. Dan malam ini akan kupersembahkan beberapa botol Arak Abangan sebagai salut saya pada anda.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: