Arak Abangan

Maret 1, 2007

Ode untuk si pemimpi yang semakin tua

Filed under: arak — by arakabangan @ 5:40 pm

Terakhir kita berbicara tentang “dirinya” kita mengatakan hal – hal yang indah, elok, merangsang fantasi. Dan aku tersenyum oleh puja – puji kita pada dirinya. Tapi hari ini tampaknya seorang Hamba bangsat sudah merusak semuanya. Hanya sekejapan mata & empat kecapan kata. Toh tidak sekejam petir & aku tidak tersambar. Aku tetap ingin memilikinya. Dan aku selalu beruntung memiliki kamu sebagai kawan. Walaupun tidak melalui sumpah darah layaknya winnetou & old shatterhand. Karena sumpah kita adalah sumpah onani. Onani sambil menertawakan dunia. Menyirami dunia dengan mani – mani kita. Dan anak – anak cucu kita tak akan pernah mengerti.

Bahwa hidup adalah lelucon.

(Sebuah ode untuk seorang karibku di Ibukota. Kita tidak disatukan oleh darah, tapi oleh lelucon & gelak tawa.)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: