Arak Abangan

Juli 28, 2007

Mon Bel Ange (An Unfinished Story).

Filed under: arak — by arakabangan @ 8:31 pm

Semalam aku bermimpi buruk. Tapi bukan mimpi buruk yang bertemu setan lalu lari lintang pukang. Juga bukan mimpi dikejar hansip. Tapi mimpi yang jauh lebih menakutkan dari itu semua, aku akan menikah. Perempuan yang akan kunikahi juga bukan orang yang asing bagiku. Dia sudah kukenal sejak aku tinggal kelas waktu SMU dulu. Tidak istimewa, tipikal perempuan pada umumnya. Rambutnya panjang, hitam, agak keriting. Tingginya tidak seberapa, masih lebih tinggi aku daripada dia. Terlalu naif jika membicarakan tentang penampilannya. Tapi dia selalu menjadi yang istimewa bagiku. Aku biasa memanggilnya “Bidadariku“. Di buku telefon hp-ku kutulis namanya, “My Angel“.

Aku punya sopir panggilan yang menjadi langgananku. Badannya tidak begitu tinggi, tapi besar dan agak kekar. Kumisnya yang agak lebat menambah kesan sangar. Aku dan kawan – kawan selalu memakai jasanya jika akan bepergian. Seperti saat aku sedang bepergian ke kota S. Aku sedang ingin mengunjungi “Bidadariku“, semalam dia mengirim pesan pendek padaku yang mengabarkan bahwa dia baru saja kecelakaan. Sebuah mobil sedan menabrak motor yang dikendarai bersama kawannya dari belakang. Saat aku menghubunginya melalui telefon genggam dia menangis. Sesuatu telah terjadi pada dirinya karena kecelakaan itu, dia merasa bersalah dan takut mengatakan hal itu pada orang tuanya. Entah mengapa dia mengatakan hal ini kepadaku? Aku marah! marah! pada semua orang, pada semua hamba bangsat. Dan juga bukan tempatku untuk marah – marah karena hal ini. Dia bukan kekasihku -meskipun selama tujuh tahun belakangan aku berharap begitu-, kami hanya sepasang anak manusia yang disatukan oleh ikatan pertemanan. Aku memanggil dia adik, sedangkan dia memanggil aku “abang”.

Waktu itu, di kota S. Seperti biasa gerah, matahari masih dengan sombongnya memanasi bumi ini. Aku terbangun dari tidur, sopirku yang membangunkan. Temanku masih tertidur pulas di bangku belakang, semalam kami tidak mengistirahatkan tubuh. Jalanan seperti biasa macet, penuh sesak mobil menunggu jalan di depannya lapang. Tidak terlalu lama kami berada dalam keadaan seperti itu, sopirku segera mengambil jalan tikus. Menghindari macet. Sesampainya di pinggir kota kami bertanya – tanya pada orang tentang alamat yang kucari. Tidak begitu susah menemukannya, kompleknya sangat besar. Ada papan billboard besar menggantung di gerbang pintu masuknya. Sesuai dengan namanya, perumahan itu bertemakan suasana pulau Bali, rumah – rumahnya, halaman – halamannya, jalan – jalannya, warna – warnanya, semua tertata rapi menghiasi seluruh komplek. Satpam memberi tahu padaku lokasi rumahnya. Rupanya dia sudah cukup akrab dengan para pegawai kompleks itu.

Rumahnya ada di pojok setelah tikungan, di blok bagian tengah komplek itu. Halamannya tidak begitu luas, tetumbuhan tidak terlalu banyak macamnya, rumputnya hijau terhampar di atas tanah, ada jemuran baju, celana dalam wanita dan juga BH di halaman itu. Pintunya terbuka, dari dalam terdengar ada suara orang berbicara dan juga gelak tawa, ada tamu selain kami. Aku melongokkan kepalaku ke dalam rumah, dia rupanya sedang bersenda gurau dengan kawannya. Dia duduk menghadap pintu, dan langsung mengetahui kedatanganku. Senyumnya menyambut lalu tangannya terulur dan akupun membalas uluran tangan dan senyuman indah itu. Kawan – kawannya tahu diri dan langsung pindah ke kamarnya. Aku dan kawanku segera duduk di sofa-nya yang tidak terlalu besar itu, dia mengambil tempat di depanku. Kami saling bertatap mata, tersenyum, aku tersipu kemerah – merahan. Cukup lama aku hanya bisa melihat wajah bidadariku melalui imaji, dan kini diriku langsung dibius oleh tatapannya. Dia sungguh indah hari itu.

mon bel ange est aussi ma reine sans pitié

Iklan

2 Komentar »

  1. wah ternyata hanya mimPi…….(tp sangat mengena sekali)………………….
    andaikan itu benar2 terjadi………apa yng hrs km perbUat…to:angel……………..

    itu mungkin suatu pertanda yng tuhan sampaikan lewat mimpimu……….

    pasti saat km terbagun dri tidurmu ….hanya sebuah pikiran,,,,,perasaan bingung,,,,dan rasa rindu yng mendalam plusss menjadi jadi,laksana sebuah ……(bisa dipikir sendiri kan!!!!!!!)…..coz aq juga pernah seperti itu……………

    SEMANGAT YA DHAN…………………..SMANGAT..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh meochi — Agustus 4, 2007 @ 6:39 pm |Balas

  2. abang………. knp baru sekarang kasih aku cerita ini…. kenapa???????????????????????
    kalo aku tau kmu datang dari jauh, kalo aku tau kamu dtg buat aku, kalo aku tau…………..
    aku seneng banget waktu kmu dateng, sumpah!!!!!!!!!!!!!!!!!!! aku masi inget banget…………… kalo kamu tau cowok yang bikin kmu jengkel,yang nemenin aku 4thn tuh emang brengsek……. knp waktu aku sendiri 1 thn kok kmu ga ada???????/ ah udahlah…. aq lebay……..ya……

    Komentar oleh diski — April 20, 2009 @ 12:39 pm |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: