Arak Abangan

Juli 10, 2008

Surat Untuk Rie 4

Filed under: Surat Untuk Rie — by arakabangan @ 11:02 am

Takdir. Kau sering mensenandungkan kata-kata itu bukan, Rie? Apa menurutmu makna takdir itu? Apa pula artinya bagi dirimu? Apakah dirimu mengimani takdir itu, Rie? Dan pernahkah kamu ingkari takdir itu? Semakin usang diri kita menata serpihan-serpihan bahtera hidup. Hanya untuk apa? Apakah hanya sekedar untuk tunduk pada takdir? Sesuatu yang bahkan setiap orang memiliki takrif berbeda-beda tentangnya.

Hidup itu misterius kan, Rie? Manusia akan menangisi, menertawakan, menyenangi, membenci bahtera hidup mereka. Apa yang akan mereka lakukan terhadap itu? Apakah menyerah begitu saja, yang kalau diibaratkan hidup ini hanya seperti mengantri pada sebuah loket di stasiun dengan tujuan entah kemana. Apa mereka akan terus mengais-ais makna melalui hikayat-hikayat kehidupan yang sudah usang. Atau bahkan memilih untuk mengakhiri hidup lebih awal karena kecewa dengan ketidak sempurnaan bahtera hidupnya?

Apakah dirimu merasa diriku terlalu banyak tanya, Rie? Atau dirimu merasa lebih nyaman kuberi pertanyaan semacam ini, daripada kuajukan satu pertanyaan yang mungkin akan membuatmu semakin menjauh dariku? Ironis, karena aku akan selalu bertanya dan bertanya kepada dirimu. Jangan bosan dulu, Rie, sebelum kuhidangkan pertanyaan puncak itu. Terserah nantinya akan kau muntahkan, kau ludahi, kau caci. Tapi simpan dulu semua itu untuk nanti.

Untuk sementara biar kujaga dulu api yang sudah sekarat ini agar tak padam diterpa angin-angin jahanam. Dan kubenahi pondasi perapiannya yang sudah hampir rubuh. Jangan pernah bertanya kenapa aku tidak bosan-bosannya melakukan semua ini. Ini sudah bagian dari takdirku, Rie. Ya, aku percaya bahwa takdir manusia adalah untuk berproses. Dan akan kuruntuhkan semua aral yang melintangi perjalananku. Itu juga berarti ketidak beranianku untuk menyajikan pertanyaan puncak itu di hadapanmu. Sudikah dirimu berbagi hati denganku?


I got to know right now
It’s got to be this time
I wanna show you how
Gonna make you change your mind
There’s an empty chair at my table
There’s an empty look in your eyes
Ooh, that’s right

I just happen to be a man
And you happen to be a woman
And we happen to be together
Try to stop this thing comin’

( Stand up, kick love into motion, Performed By:Def Leppard)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: