Arak Abangan

Februari 14, 2009

Catatan kecil untuk Dee

Filed under: Uncategorized — by arakabangan @ 11:15 am

Guratan-guratan karat menghiasi hampir seluruh permukaan mesin-mesin di pabrik gula itu. Sudut-sudut tembok kusamnya mulai di tumbuhi rumput benggala, tak luput pula pagar yang hampir roboh dirambatinya. Semua tampak rapuh dimakan umur yang semakin hari semakin menipis. Hanya sebuah cerobong yang menjulang diterpa cahaya lembayung senja tampak kokoh, seakan menolak mengikuti waktu.

Kau ingat Dee, setiap saat diriku dulu beranjangsana ke kediamanmu, bersenda gurau bertukar senyuman. Berdua duduk di teras menanti datangnya malam, menyambut bintang gemintang tanpa mencoba untuk menghitung jumlahnya. Sejauh mata kita memandang, hanya cerobong tua itu yang menghalangi pandangan. Dan baru kali ini aku kesampaian memandang dan menjamah dindingya yang retak dan lusuh.

Seandainya aku mampu, akan kuabadikan semua di waktu itu. Kurangkum menjadi sebuah reminisensi, tentang satu episode kecil dalam hidupku yang dapat terselesaikan. Walaupun hingga sekarang aku tidak mengerti apakah itu sebuah akhir yang menyenangkan? Apakah menyedihkan? Atau bahkan malah terlalu biasa untuk dapat menghantui ingatanku dan ingatanmu.

Lembayung mulai meredup dan hampir berubah menjadi kelam. Kurasa sudah saatnya aku beranjak dari tempat yang semakin hari semakin menua ini.

We’ve been apart a long time, it feels like years
the memories bring tears
good times, I think of all the good times
to keep my sanity ’til I get home
I know it’s not how we planned it, it’s crazy world out there
just hold on to the words we share
I’ll only be lonely for you
I’ll only be lonely for you
remember as life goes by, what we have will never die
I’ll always be waiting there for you
how long, it doesn’t matter how long
cause time can never take you from my soul – no

(Only Be Lonely: Composed by : Jeff Waters, Performed by: Annihilator)

Iklan

1 Komentar »

  1. i like this one!!!!!! soul-nya dapet bgt…… cerita simpel,tapi ga tau kenapa pas bacanya kok rasanya ga simpel! keren,bro! rasanya kayak kebawa dalam kisah cinta monyet yang berkesan skitar era 1950-an gitu.

    Komentar oleh diski — April 20, 2009 @ 12:23 pm |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: