Arak Abangan

Mei 5, 2009

Seekor Merpati Putih Yang terbang Di Malam Hari

Filed under: Di Sela Pergantian Hari,Uncategorized — by arakabangan @ 1:34 pm

Malam mulai beranjak tua. Tik-tok-tik-tok,bunyi jam dinding itu. Terus berputar tak mengenal henti, seperti kereta tanpa tujuan pasti. Kedai masih setengah penuh, di ujung pintu masuk orang ramai bergerombol bermain kartu, tak lupa menenggak sebotol arak. Dari sepasang speaker di atas kasir sayup-sayup terdengar lantunan “Hysteria” dari Def Leppard. Sesekali suara tawa serak dari pemain-pemain kartu mengganggu irama lagu. Dia menyandarkan kepalanya yang terbungkus kupluk ke ujung atas sofa, sembari menghisap sebatang sigaret tanpa filternya dalam-dalam.

Sepatah-sepatah dia bercerita mengenai putaran kisah asmaranya. Tak lupa, secangkir kopi kental, pekat dan hangat dia teguk, menyempil diantara waktu saat dia bercerita. “Sudah seminggu ini aku sengaja tidak meminum kopi”, begitu katanya. Lagu berganti lagu, orang datang dan pergi, dan waktu tetap saja berjalan dengan asyiknya. Hingga saat tinggal kami berdua dan tiga orang penjaga kedai yang tersisa disitu. Tak terasa sudah sepiring nasi dan mie goreng, segelas es teh pahit, segelas kopi, dua gelas air putih dan empat bungkus kacang bawang kami lahap. Semua habis di sela-sela perbincangan dan gurauan-gurauan ringan namun bermakna malam ini.

Usai dari kedai itu, kami berdua melaju berboncengan diatas motor bebek tua dengan ban belakang yang agak kempis menahan berat badan. Yogyakarta di waktu pertiga malam itu teramat sepi, dan jalananpun lengang. Manusia-manusia malam merangkak ke dalam hangatnya selimut, perempuan-perempuan jalang mulai kembali ke peraduan, sedang si mucikari sedang sibuk menghitung pendapatan hari ini. Kecoak-kecoak, tikus-tikus got, semua berhamburan keluar menggantikan hiruk-pikuk kehidupan manusia. “Dunia mulai dipenuhi hingar-bingar jeritan manusia. Tapi sungguh indah sekali malam ini”, begitu kataku padanya. Dia terdiam di belakang, menahan kantuk.

Roda motor bebek tua itu masih terus berputar, tapi tidak terlalu kencang. Sungguh sayang jika malam ini hanya dilewatkan begitu saja, pikirku. Semua memori akan masa lalu, sekilas berkelebat satu-persatu. Bagaikan sebuah adegan film yang belum usai, mengambang dibuai oleh rapuhnya waktu. “Aku membayangkan, apa yang akan aku ucapkan saat aku berada di Madison Square Garden”, katanya saat kami tengah membelah kesunyian Malioboro.

Tidak usainya kita berdua malam itu menangisi masa lalu, bersama mencoba berdiri untuk hari ini, dan tak lupa sedikit berkhayal tentang masa depan. Dia, ya hanya dia malam ini yang menemaniku. Saat aku mencoba menata serpihan hati yang hancur berkeping dihantam kejamnya dewa-dewi malam. Dia yang keadaan hatinya tidak jauh berbeda dengan hatiku. Meskipun kami tidak pernah berbagi darah dalam sebuah pertarungan. Dia yang orang biasa panggil dengan sebutan Jampest, adalah seorang kompanyon, seorang kawan, juga seorang sahabat.

Seekor burung merpati putih tampak terbang diatas perempatan tugu. Gelapnya malam sudah hampir pudar disingkirkan sinar syamsu. Kami masih terus melaju, memacu motor bebek tua. Menembus nakalnya angin malam yang menusuk menembus tubuh. Terus dan terus berpacu ke arah sinar sang syamsu.

Don’t get too discouraged in this life,
It’s just a game, for now we play.
And soon or later things can work out right
This you must know, just wait and see
And after everything is said and done,
This can be another battle we have won.

Battle We Have Won. Composed & Performed by Eric Johnson

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: