Arak Abangan

April 6, 2012

Lampu Kamar #2

Filed under: Selingan — by arakabangan @ 8:27 pm
Tags: ,

Malam ini tidak sedingin kemarin, setidaknya di dalam kamarku. Tapi sedari jam duabelas tadi lampu kamar sudah kumatikan. Berharap agar hantu-hantu malam datang membawa sejumput mimpi. Aku tak ingin dia ketakutan mendekati kamar jika lampu masih menyala terang. Kau tahu kan, bagaimana hantu selalu ketakutan melihat cahaya.

Aku mencari-cari dari ingatan masa kecilku, yang semakin lama semakin diburamkan oleh usia. Tentang dongeng-dongeng menjelang subuh. Tentang waktu yang terus berlari mengejar akhir. Tentang masa yang terkikis sedikit demi sedikit dari genggaman.

Tapi dalam kesendirian di kamar ini, dalam dekapan malam dan gelap yang pekat. Waktu berjalan teramat lambat, tidak lebih cepat dari detak jam dinding kayu hitam yang aku titip darimu lebaran silam. Tidak ada nada staccato degup jantung yang biasa menemani mimipi menjelang subuh yang masih bayi.

Aku masih mencari kemana perginya angin malam yang kemarin mengantarkan dingin kedalam kamar. Menanti dia mengetuk pintu kamar yang kubiarkan terbuka lebar. Dan tiba-tiba aku dikejutkan oleh segala sesuatu yang menautkanku dengan dirimu. Mulai dari rindu, musim hujan hingga gelap malam.

Setidaknya aku sempat melihat nyala matamu yang teduh itu sore ini. Berpendar-pendar dari balik tawamu yang sederhana. Dan malam ini aku menyadari, perjalananku tersimpan didalam setangkup senyum yang kau lempar sore ini.

Iklan

April 5, 2012

Lampu Kamar

Filed under: Selingan — by arakabangan @ 9:33 pm
Tags:

Sudah dua gelas kopi kuhabiskan sampai jarum jam akan masuk ke bilangan dua ini. Aku tahu malam ini dingin menusuk tubuh-tubuh yang terlelap dalam kesunyian mimpi. Tapi sengaja kubiarkan dia membuatku menggigil, agar aku tak terlelap. Agar aku tetap terjaga sampai bis mengantarmu sampai perempatan itu. Agar nanti kau tak perlu menunggu terlalu lama, agar kau bisa segera jatuh kedalam pelukan peraduan.

Sedari pagi lagu “Take Away My Pain” masih menemani benakku yang selalu diganggu prasangka. Kali ini dia masih setia menunggu, melihatku yang tak bisa tenang. Berbaring, lalu terduduk, sampai berbaring lagi tanpa berani mematikan lampu kamar. Sebelum aku sadari musik sudah menyelamatkanku dari celaka prasangka. Puji Tuhan!

Tetiba aku teringat Marquez, si penulis dari Kolombia itu. Dia sering mengungkapkan kecintaannya pada musik. “Kutemukan mujizat bahwa segala sesuatu yang berbunyi adalah musik, mobil-mobil di jalan, klakson, suara-suara, segalanya”, begitu ujarnya. Aku merasakan kata-kata itu begitu dekat dengaku, aku hampir tak bisa melakukan apapun tanpa candu musik. Bahkan ketika aku merindukanmu. Merindukan dirimu yang sederhana itu. Yang selalu menghantui benakku, seperti segala musik yang aku candu.

Aku ingin mengabadikan nostalgia hari-hari kemarin dan sekarang, besok setelah aku pergi. Membekukannya, dan menaruh semua itu di ingatanku yang selalu kutata rapi. Agar nanti jadi mudah ketika aku ingin mengingat semua ini, terutama mengingatmu. Ketika kau mulai lupa untuk berkunjung pada mimpi-mimpi malamku.

Take away my pain
Let the cold inside
It’s time to let it rain
There’s nothing left to hide
Take away my pain
I’m not frightened anymore
I’m learning to survive
Without you in my life
Til you come knocking at my door

(Take Away My Pain – Dream Theater)

Februari 5, 2012

Rindu Yang Sederhana

Filed under: Selingan — by arakabangan @ 7:09 pm
Tags:

Buat aku jadi tidak ada,

seperti peri-peri malam yang menjaga dalam sunyi.

Membentangkan perasaan dalam batas ketidakpastian,

seperti saat kita sedang menghayati senarai yang bernama rindu.

 

Aku takkan biarkan dia membuncah,

Seperti vesuvius yang marah di tahun-tahun beribu-ribu lalu.

Semoga dia selalu disapuh hujan deras di bulan Januari,

Selalu berlarian seperti mimpi yang dengan gampangnya berpindah tempat.

 

Dan semoga rindu menemukan tempatnya disisimu,

Seperti aku yang akan selalu diam dan sesekali tersenyum jika kurasa perlu.

Aku tak berharap pada keajaiban-keajaiban,

Karena setiap aku hancur aku masih bisa berdiri sekuat batu gibraltar.

 

Semua ini sederhana saja,

sesederhana aku ingin selalu bersama kamu, walau sulit……

Gambar

Agustus 18, 2011

Mixtape 18/08/2011 – Goodbye, I`ll Miss You

Filed under: Mixtape — by arakabangan @ 7:43 am
Tags: , , ,

Hanya sekadar katarsis rasa rindu pada semua yang meninggalkan Yogyakarta di akhir bulan puasa ini. Sungguh sebenarnya saya sangat membenci perpisahan, biar itu sifatnya hanya untuk beberapa saat saja. Saya bukannya posesif, sekadar trauma dengan yg namanya perpisahan saja. Take care kalian di kampung halaman, selamat bercengkerama kembali dengan keluarga. Semoga lebaran kali ini menjadi kenangan yang membuat takjub. Setidaknya sampai lebaran tahun depan yang akan datang, menjelang 😀

Track List :

1. Richard Marx – Right Here Waiting (Taken From “Repeat Offender” Album, 1989)
2. Bad English – Don`t Walk Away (Taken From “Bad Engllish” Album, 1989)
3. Aerosmith – What It Takes (Takem From “Pump” Album, 1989)
4. How We Live – Lost At Sea (Taken From “Dry Land” Album, 1987)
5. Mr. Big – Goin` Where The Wind Blows (Taken From “Hey Man” Album, 1996)
6. Dan Lucas – Close Your Eyes and Say Goodbye (Taken From “2000!” Album, 1994)
7. Pink Floyd – Wish You Were Here (Taken From “Wish You Were Here” Album, 1975)
8. Danger-Danger – Don`t Walk Away (Taken From “Danger-Danger” Album, 1989)
9. Winger – Miles Away (Taken From “In The Heart Of The Young” Album, 1990)
10. Mr. Big – Wild World (Taken From “Bump Ahead” Album, 1993)
11. Slaughter – Days Gone By (Taken From “The Wild Life” Album, 1992)

Download

 

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.